Analisis Usaha Bisnis Tanaman Hias di Indonesia, LENGKAP

Panen dari Budidaya Terong

Anda suka bercocok tanam tanaman hias? Jika ya, Anda bisa menjadikan hobi tersebut sebagai jalan untuk membuka usaha. Modalnya? Tidak perlu khawatir karena modal bisnis tanaman hias tidak begitu besar. Anda bisa memulai usaha bisnis tanaman hias dengan modal Rp. 2.000.000, 00atau kurang.

Kalau Anda perhatikan, beberapa tahun belakangan ini Peluang Usaha Bisnis Tanaman di Indonesia sangat berkembang pesat. Hal itu bisa Anda lihat dari tingginya minat dan daya beli masyarakat terhadap tanaman hias.

Salah satu contoh nyatanya adalah semakin semaraknya penjual tanaman hias di pinggiran jalan-jalan besar. Hal ini tentu menandakan banyaknya peminat atau pembeli tanaman hias.

Tidak hanya itu, bahkan banyak pecinta tanaman hias yang rela mengeluarkan uang ratusan hingga jutaan rupiah hanya untuk membeli tanaman yang disukai. Ini semua karena tanaman hias memiliki keindahan alami yang mampu membuat banyak orang jatuh cinta.

Kemudian tanaman hias itu terbukti mampu menyejukan dan memanjakan mata, apalagi setelah kita lelah dengan aktivitas harian.

Fenoma-fenomena seperti ini bisa Anda manfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi uang ke dalam kantong. Menarik bukan?

Hal ini bukan ide kosong atau khayalan belaka loh. Di Indonesia sendiri, sudah banyak pebisnis tanaman hias yang berhasil menuai kesuksesan besar. Kebanyakan dari mereka bermula dari hobi dan modal yang kecil,tapi sekarang omset yang diperoleh sudah bisa mencapai angka jutaan tiap bulannya. Hal yang sangat menarik kan?

Jenis-jenis Tanaman Hias yang Paling Diminati Pasar Indonesia

Jenis-jenis Tanaman Hias yang Paling Diminati Pasar Indonesia

pixabay.com

Banyak jenis tanaman yang dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Hal ini karena Indonesia merupakan negara dengan iklim Tropis sehingga hampir semua jenis tanaman hias bisa dibudidayakan.

Tapi dari sekian banyak tanaman yang tumbuh di Indonesia, ada beberapa tanaman hias yang sangat laku di pasaran. Berikut adalah beberapa di antaranya, yakni: anggrek, bougenvil, kaktus, mawar, melati,kaktus mini, dan kaktus bonsai.

Hal menarik lainnya adalah harga jual tanaman hias di atas tergolong tinggi.

Bisa Anda bayangkan, betapa besarnya omset yang akan diperoleh jika Anda menekuni bisnis ini? Apalagi, pasar usaha ini juga relatif masih sedikit pesaingnya sehingga Peluang Usaha Bisnis Tanaman di Indonesia masih sangat terbuka luas.

Analisis Usaha Tanaman Hias

Bisnis tanaman hias yang sedang populer saat ini memang sangat menggiurkan. Pasalnya hanya dengan modal kecil, omset yang dihasilkan sangat menggiurkan.

Analisis usaha bisnis tanaman pada dasarnya cukup sederhana, yakni hanya mencakup beberapa hal saja. Sebuah model bisnis yang mengasyikan bukan? Terlebih usaha tanaman hias tidak membutuhkan modal yang besar.

Nah, berikut adalah beberapa hal penting yang dapat Anda perhatikan terkait analisis usaha tanaman hias:

  1. Biaya produksi

Untuk memulai bisnis ini, lahan yang dibutuhkan juga tidak perlu terlalu luas. Cukup dengan lahan dengan luas sekitar 6000m2, Anda sudah bisa memulai usaha tanaman hias. Harga lahan seluas 6000m2 diasumsikan sebesar Rp 5 juta.

Selain penyiapan lahan, hal-hal yang harus Anda persiapkan diantaranya pembelian pupuk kandang seharga Rp 2 juta, sabut kelapa seharga Rp 3 juta, pestisida Rp 1 juta, alat-alat pertanian Rp Rp 600 ribu, dan pembelian bambu seharga Rp 1 juta. Jadi, total modal awal Anda memulai bisnis ini adalah Rp 11.600.000.

  1. Biaya operasional

Sementara untuk biaya operasional yang harus Anda keluarkan berupa pestisida seharga  Rp. 50 ribu, pupuk Rp 50 ribu, sabut kelapa Rp 10 ribu dan transportasi Rp 300 ribu. Total biaya operasional tiap bulan yang dikeluarkan adalah Rp 410.000.

  1. Pendapatan

Sementara tiap minggunya, Anda berhasil menjual sebanyak 45 ikat bunga dengan harga masing-masing Rp 60 ribu. Maka 45 (ikat bunga) x Rp. 60.000 x 4/minggu = Rp. 10.800.000.  Keuntungan bersih yang diperoleh dari Analisis Usaha Bisnis Tanaman hias ini adalah “Pendapatan – Biaya Operasional” yaitu Rp. 10.800.000 – Rp. 410.000 = Rp. 10.390.000.

Contoh Analisis Usaha Tanaman Hias Mawar Merah

Cara Menanam Bunga Mawar Merah

Cara Menanam Bunga Mawar Merah @pelangsing.obatpenyakit.co.id

Di Indonesia, mawar adalah bunga yang sangat disukai terutama untuk para wanita. Bunga ini sering dijadikan sebagai hadiah sehingga tentu saja memberikan peluang tersendiri untuk para pebisnis tanaman hias. Bisnis Tanaman Hias Mawar Merah di Indonesia sangat menjanjikan.

Pasalnya, masih sedikit pebisnis yang berkecimpung di dunia tanaman hias. Anda tertarik untuk memulai usaha bisnis tanaman hias mawar merah? Berikut ini adalah analisis usaha budidayanya.

  1. Biaya produksi

Biaya produksi selama satu tahun yang harus Anda siapkan untuk segala keperluan setidaknya adalah Rp 6.250.000. Keperluan tersebut diantaranya adalah sewa lahan Rp 1.500.000, bibit Rp. 1.750.000, Pupuk Rp 800.000, pestisida Rp 500.000, Tenaga kerja selama setahun  Rp 3.000.000.

  1. Penjualan

Berdasarkan usaha yang sudah dijalani oleh para pebisnis tanaman hias, usaha budidaya tanaman bunga mawar atau Royal Jelly Jafra  di atas lahan seluas 1100 m2 selama setahun mampu memproduksi hingga 50.000 kuntum per tahun dengan harga penjualan Rp 3.000 per kuntum apabila Anda menjualnya langsung ke konsumen. Dari jumlah tersebut bisa dihitung bahwa pendapatan per tahun yang bisa diperoleh dari budidaya bunga mawar adalah 50.000 X Rp 3.000 = Rp 150.000.000

  1. Analisis usaha

Dengan mengurangi pendapatan dengan biaya produksi yaitu Rp 150.000.000- Rp 6.250.000 maka keuntungan bersih yang Anda peroleh adalah Rp 143.750.000 per tahunnya. Dari Contoh Analisis Usaha Bisnis Tanaman Hias Mawar Merah ini, bisa dihitung bahwa setiap bulan Anda mendapatkan omset sebesar Rp 11. 979.000.

Demikian ulasan tentang analisis usaha tanaman hias, lengkap dengan contohnya.

Nah, jika Anda mempunyai pertanyaan, pendapat, kritik ataupun saran terkait artikel ini, Anda bisa langsung menuliskan hal-hal tersebut di kolom komentar. Akhir kata, semoga bermanfaat.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});