Cara Menanam dan Budidaya Kacang Panjang

Cara Menanam dan Budidaya Kacang Panjang

Budidaya Kacang Panjang – tidak terlalu sulit. Karena jenis tanaman ini bisa tumbuh di berbagai kondisi tanah. Tapi untuk mendapatkan hasil yang optimal tentu harus memilih lahan tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Budidaya kacang panjang bisa dilakukan di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 800 meter di atas permukaan laut.

Kacang panjang akan tumbuh dengan baik bila ditanam di daerah yang mempunyai suhu 15-24 derajat Celcius dan mempunyai curah hujan sekitar 600 sampai 1500 mm per tahun. Untuk batas suhu minimumnya adalah 10 derajat Celcius sedangkan batas suhu maksimalnya35 derajat Celcius.

Budidaya Kacang Panjang

Cara Menanam dan Budidaya Kacang PanjangCara Menanam dan Budidaya Kacang Panjang
Cara Menanam dan Budidaya Kacang Panjang via @ficusbenyamina.blogspot.com

Di Indonesia kacang panjang bisa dibudidayakan sepanjang musim. Tapi para petani biasanya menanam tanaman ini pada awal musim hujan, kecuali pada tanah sawah yang pada musim hujan ditanami padi ketika musim kemarau baru ditanami kacang panjang. Agar tanaman ini bisa tumbuh subur, usahakan kondisi lahan tanah mempunyai tanah gembur, terkena sinar matahari langsung serta memiliki sistem drainase yang baik.

Bila kondisi lahan tanam memiliki kandungan hara yang banyak maka akan membuat kacang panjang tumbuh subur, tapi produksi bijinya minim. Sedang untuk lahan tanam yang mempunyai unsur hara rendah, daun tanaman tidak begitu subur tapi hasil produksi bijinya melimpah.

Artikel Terkait : Cara Budidaya Sawi dengan Hasil Melimpah

Pengolahan Lahan Budidaya Kacang Panjang

Lahan Budidaya Bayam
LahanTanam via @bp4kgresik.wordpress.com

Seperti yang telah disinggung di awal bahwa kacang hanya akan tumbuh secara maksimal di lahan yang baik. Oleh karena itu sebelum menanam kacang panjang sebaiknya menyiapkan lahan tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman ini. Langkah awal biasanya adalah pengemburan lahan tanam, bisa dengan cara dibajak atau dicangkul. Bila tanah sudah gembur selanjutnya adalah membuat bedengan di atas tanah yang sudah dibajak. Usahakan tanah yang dibuat bedengan segembur atau sehalus mungkin agar akar tanaman bisa berkembang dengan baik.

Bila kondisinya memungkinkan, buatlah bedengan sejajar yang mengarah ke arah timur-barat. Hal ini berguna agar tanaman bisa terkena sinar matahari secara maksimal. Buatlah bedengan dengan ukuran 80 sampai 90 cm, dengan ketinggian 20 sampai 25 cm, khusus lahan sawah tinggi bedengan 30 cm. Jarak antar bedengan sekitar 40 sampai 50 cm sedangkan panjang bedengan menyesuaikan dengan kondisi lahan.

Jarak antar bedengan dibuat cukup lebar berfungsi untuk memudahkan perawatan dan pemanenan yang dilakukan secara bertahap. Selain itu jarak antar bedengan juga berfungsi sebagai saluran drainase, terutama ketika kacang panjang ditanam di awal musim hujan. Dengan adanya jarak antar bedengan akan memperkecil kemungkinan tergenangnya air di sekitar tanaman.

Pemupukan dilakukan pada saat awal pembuatan bedengan yakni dengan cara pupuk diaduk bersama dengan tanah yang akan dibuat bedengan. Pupuk yang dianjurkan untuk digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos yang telah matang. Jenis pupuk kandang yang boleh digunakan untuk kacang panjang adalah kotoran sapi, kotoran kerbau dan kotoran kambing. Untuk pupuk kandang dari kotoran ayam tidak dianjurkan untuk digunakan pada tanaman ini.

Penggunaan pupuk kandang bisa dibuat campuran atau hanya satu jenis saja. Untuk campuran pupuk kandang bisa dicampur dengan perbandingan 1:1. Sedangkan untuk jenis satu pupuk kandang harus dipastikan kotoran harus sudah benar-benar matang. Untuk lahan seluas 1 hektar biasanya memerlukan sekitar 20 ton perhektar. Setelah dipupuk, diamkan tanah selama 4 sampai 5 hari sebelum benih ditanam.

Artikel Terkait : Cara Budidaya Jahe Merah di Dalam Karung/Polybag

Penanaman Benih Kacang Panjang

Penanaman Benih Kacang Panjang
Penanaman Benih Kacang Panjang via @litbang.pertanian.go.id

Untuk menanam kacang panjang sebaiknya ditanam secara langsung, tidak perlu disemaikan secara terlebih dahulu. Untuk pemilihan benih yang berkualitas bisa dilihat secara kasat mata yakni, penampilan benih mengkilat. Bila direndam dengan air benih akan tenggelam, bila ada yang mengambang atau mengapung sebaiknya tidak digunakan untuk benih. Untuk hasil maksimal bisa membeli bibit di toko pertanian, karena benih tersebut sudah diuji oleh lembaga terkait dengan pertanian.

Jarak tanam antar tanaman adalah 40 cm, jarak antar baris 30 cm. Jadi di dalam satu bedengan terdapat 2 baris. Buatlah lubang tanam dengan cara ditunggal pada setiap bedengan dengan memperhatikan jarak tanam. Kemudian masukan 2-3 biji kacang panjang setiap lubang, tutup kembali dengan tanah di atasnya. Untuk satu hektar lahan memerlukan benih sebanyak 50 kg.

Perawatan Budidaya Kacang Panjang

Perawatan Budidaya Kacang Panjang
Perawatan Budidaya Kacang Panjang via @antarafoto.com

Perawatan yang harus dilakukan adalah pengairan. Pada lahan irigasi, penyiraman dilakukan dengan menggenangi lahan dengan air. Setelah lahan dirasa sudah lembab, air dikeluarkan lagi. Sedangkan pada lahan tadah hujan, terutama pada saat awal pertumbuhan benih, penyiraman dilakukan dengan cara manual. Setelah tanaman berumur 20 hari saatnya memberikan pupuk tambahan.

Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk kompos dengan jumlah 20 ton per hektar dan disebar di sekitar tanaman. Setelah diberikan pupuk pada bedengan ditutup kembali dengan tanah sekaligus untuk menaikan ketinggian bedengan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat cengkraman akar tanaman selain itu agar pupuk meresap ke dalam tanah.

Setelah dilakukan pemupukan tambahan, saatnya untuk memasang lenjeran sebagai tiang rambat bagi kacang panjang. Pada usia 20 hari biasanya kacang panjang sudah mulai tumbuh dan membelit. Lenjeran bisa dibuat dari potongan bambu dengan panjang 2 meter dan lebar sekitar 2 cm.

Cara memasang lenjeran yakni dengan menancapkan satu tiang di sekitar tanaman. Satu lenceran untuk satu tanaman, kemudian gabungan 4 lenjeran yang saling berdekatan pada ujung atasnya kemudian diikat menjadi satu. Lakukan seterusnya sampai setiap tanaman memiliki satu tiang rambat. Untuk bentuk lenjeran bisa kamu lihat di sini.

Setelah benih kacang panjang ditanam biasanya akan banyak tanaman gulma yang tumbuh di sekitar lahan tanam. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiangan terutama ketika awal tanaman tumbuh. Untuk menghindari kurangnya nutrisi pada tanaman maka gulma atau tanaman pengganggu lain harus dibersihkan. Penyiangan bisa dilakukan dengan mencabut gulma secara langsung atau dipotong dengan menggunakan alat bantu seperti arit atau parang.

Bila diperlukan, kamu bisa merangsang keluarnya bunga pada tanaman dengan cara menyemprotkan pupuk organik pada tanaman kacang panjang. Untuk satu liter pupuk organik yang telah diencerkan bisa digunakan pada 10 meter persegi tanaman.

Artikel Terkait : Cara Budidaya Jahe Merah dengan Karung atau Polybag

Hama dan Penyakit yang Mengganggu ketika Menanam Kacang Panjang

Hama pada Tanaman Kacang Panjang
Hama pada Tanaman Kacang Panjang via @diaripetani.com

Salah satu yang menghalangi perkembangan kacang panjang adalah serangan hama dan penyakit. Jenis penyakit dan hama yang menyerang kacang panjang adalah sebagai berikut:

  • Kutu putih dan kutu hitam yang biasa menghisap cairan pada daun sehingga menyebabkan timbulnya bercak kuning pada daun. Hal ini akan menghambat proses fotosintesis sehingga membuat produksi tanaman tidak maksimal.
  • Kepik daun yang bisa menyebabkan lubang pada daun dengan bentuk yang tidak beraturan.
  • Pengerek polong, pada kacang yang masih mudah akan terdapat lubang-lubang kecil dan bijinya habis dimakan. Sedangkan pada kacang yang sudah tua akan ditemukan bercak coklat yang di dalamnya terdapat ulat hijau.
  • Ulat Grayak, biasanya menyerang seluruh bagian tanaman yang ada di permukaan tanah.Serangan hama ini bisa meluas dan menghabiskan semua area tanam.

Jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman kacang panjang adalah penyakit bercak daun Cercospora. Tapi penyakit pada tanaman ini sangat jarang ditemukan dibandingkan dengan hama yang menyerang. Dalam budidaya kacang panjang, penanganan hama dan penyakit bisa dilakukan dengan cara organik yakni dengan menggunakan pestisida hayati seperti larutan kipait dan gandum. Tetapi pestisida hayati ini biasanya tidak bertahan lama, oleh karena itu cara yang paling efektif adalah dengan cara manual.

Kamu bisa langsung mengambil hama yang ada di dalam tanaman, biasanya di lahan yang berukuran 100 meter persegi terdapat kumbang 50 sampai 100 ekor kumbang. Selain itu pencegahan hama dan penyakit bisa dilakukan dengan cara memperbaiki saluran drainase dan mencabut tanaman yang sudah mati.

Hasil Panen Budidaya Kacang Panjang

Panen Kacang Panjang
Panen Kacang Panjang via @langkahbisnis.com

Budidaya kacang panjang sudah bisa dipanen ketika berumur 45-50 hari atau sekitar 2 bulan. Buah yang sudah siap untuk dipanen memiliki ciri warna hijau keputihan. Cara panen dilakukan dengan cara dipetik secara manual. Biasanya sirklus panen bisa dilakukan sebanyak 15-18 kali dalam masa satu kali tanam. Untuk hasil produksi kacang panjang sangat bergantung dengan beberapa variabel diantaranya seperti jenis tanaman, kualitas benih, dan juga cara pemeliharaan. Untuk satu hektar lahan biasanya menghasilkan sekitar 35 ton kacang panjang.