Cara Menanam Bunga Lavender di Rumah

Cara Menanam Bunga Lavender di Rumah

Bunga Lavender – Warna bunga yang cerah serta aroma wangi yang keluar dari bunga lavender membuat banyak orang menyukainya. Bunga lavender memang merupakan jenis bunga yang menawan, warna ungu serta wanginya yang semerbak menjadi daya tarik utama dari tanaman ini.

Bunga yang memiliki nama latin Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia ini aslinya berasal dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai ke India. Keunikan dari tanaman ini adalah terletak pada aroma yang dimilikinya. Aroma bunga lavender sangat harum dan sukar hilang, selain itu aroma bunga ini tidak disukai oleh nyamuk sehingga banyak yang menanam di sekitar rumah sebagai tanaman pengusir nyamuk.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di iklim tropis, sehingga sangat cocok bila ditanam di Indoneisa. Lavender merupakan tanaman yang masuk dalam kategori tanaman rumput dan memiliki setidaknya 25-30 spesies yang tersebar ke seluruh dunia.

Cara Menanam Bunga Lavender dalam Media Pot/Polybag

Cara Menanam Lavender
Cara Menanam Lavender – pixabay.com

Untuk budidaya bunga lavender sebenarnya tidaklah terlalu sulit, karena tanaman ini terbukti mampu tumbuh dan beradaptasi dengan baik di berbagai negara. Apalagi Indonesia yang memiliki iklim tropis merupakan tempat yang cocok untuk menanam bunga ini.

Beberapa orang yang hobi dengan tanaman ini mencoba membudidayakan bunga lavender di rumah mereka. Meskipun tidak mudah tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk melakukan hal tersebut. Bunga lavender bisa diperbanyak dengan menanam biji yang sudah berumur. Kalau Anda masih pemula disarankan untuk membeli benih bunga lavender di toko pertanian. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan Anda dalam menanam bunga lavender.

Untuk menanam bunga lavender Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

Memilih Bibit Lavender

Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa bunga lavender mempunyai jenis yang beragam dengan keunikan masing-masing. Selain membaca keterangan yang ada di kemasan sebaiknya Anda juga menanyakan secara mendetail mengenai bibit levender tersebut. Tanyakan juga kelemahan dan kelebihan tanaman agar Anda tidak kecewa dikemudian hari.

Periksa kondisi benih yang ada di dalam kemasan, pastikan benih dalam keadaan baik dan tidak ada kutu atau semut di dalamnya. Periksa juga masa kadaluwarsa dari tanaman tersebut, pilihlah masa kadaluwarsa yang masih lama. Semakin panjang masa kadaluwarsanya semakin baik, karena bibit tanaman yang disimpan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi kemampuan tumbuh tanaman tersebut.

Penyemaian Benih lavender

Proses penyemaian benih merupakan proses yang paling krusial, karena dalam proses ini menentukan berhasil atau tidaknya budidaya tanaman ini. Kebanyakan pemula mengalami kegagalan dalam proses penyemaian bibit. Untuk penyemaian bisa Anda lakukan dengan menggunakan wadah pot atau polybag.

Ada bisa menggunakan media semai dengan campuran tanah, pasir dan sekam padi (sekam padi bisa diganti dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Campurlah ketika bahan tersebut dengan perbandingan campuran 1:1:1. Untuk melalukukan penyemaian benih ini diperlukan kesabaran ekstra, butuh waktu sekitar 1 bulan agar benih ini tumbuh dan mengeluarkan kecambah.

Benih yang sudah tumbuh dan mencapai ketinggian 15 cm baru bisa dipindahkan ke lahan permanen yang diinginkan. Bila Anda tidak ingin menunggu lama dan ingin cepat mempunyai tanaman yang cepat berbunga sebaiknya membeli bibit yang sudah jadi di kios-kios penjual tanaman.

Gambar Bunga Lavender
Gambar Bunga Lavender – pixabay.com

Memindahkan Bibit Lavender

Bila benih yang disemai sudah tumbuh dan mencapai tinggi 15 cm maka sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam permanen. Lahan tanam sebaiknya berada di area yang mendapat sinar matahari selama 6-8 jam karena tanaman ini tidak menyukai lahan yang lembab.

Selain mendapatkan cahaya matahari yang cukup, lahan tanam juga harus memiliki porositas yang baik, oleh karaena itulah biasanya tanah yang digunakan untuk mananam dicampur dengan pasir dan sekam. Lakukan penyiraman pada media tanam satu jam sebelum bibit dipindahkan.

Robek polybag atau pindahkan bibit dengan kondisi tanah masih menenpel pada akar, jaga agar tanah tidak pecah. Masukan ke dalam polybag baru yang sudah diisi media tanam, kemudian tutup sampai akar tertanam sempurna. Lakukan penyiraman setelah lavender dipindahkan ke lahan tanam permanen.

Perawatan Bunga Lavender

Agar bisa tumbuh dengan baik bunga lavender juga memerlukan perawatan. Untuk merawat tanaman ini tidak terlalu rumit, Anda cukup membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Selain itu untuk menjaga kandungan unsur hara pada media tanam sebaiknya Anda memberikan pupuk kandang sebulan setelah masa tanam.

Selain itu lakukan penyiraman untuk menjaga agar media tanam tidak kering, tetapi jangan sampai terlalu lembab atau basah. Karena hal tersebut akan membuat akar tanaman cepat busuk. Bila Anda ingin memetik bunga lavender, lakukan dengan memotong tangkai bunga menggunakan gunting bunga atau pisau cutter yang tajam.

Itulah tips singkat cara menanam bunga lavender di rumah. Semoga hal tersebut bisa membantu Anda dalam budidaya tanaman ini. Terima kasih 🙂