Cara Menanam Melon dengan Praktis dan Mudah

Cara Menanam Melon dengan Praktis dan Mudah

Cara Menanam Melon – Kali ini admin akan berbagi tips cara menanam melon. Melon atau Cucumis melo merupakan suku timun-timunan dan masih kerabat dengan timun suri, blewah dan semangka, Anda bisa mempelajari cara menanam dan budidaya semangka agar hasil melimpah. Seperti yang sudah diketahui bahwa melon temasuk jenis tanaman yang tumbuh dengan merambat. Oleh karena itu perlu dibuatkan penopang, agar tanaman tidak menjalar di atas tanah.

Rasa buah yang manis dan menyegarkan membuat buah melon disukai oleh banyak orang. Saat ini banyak petani yang membudidayakan berbagai jenis buah melon, yang paling banyak ditanam di Indonesia ada 3 jenis yakni Jenis sky rocket, golden melon, dan rock melon.Ketiga jenis melon tersebut mempunyai kelebihan masing-masing baik dari segi rasa, bentuk, buah dan warna buah.

Artikel Terkait : Cara Menanam dan Budidaya Semangka

Budidaya dan Cara Menanam Melon

Cara Menanam Melon
Cara Menanam Buah Melon – pixabay.com

Lokasi yang ideal untuk budidaya buah melon berada di daerah yang mempunyai ketinggian 250-700 meter di atas permukaan laut. Bila ditanam di daerah yang kurang dari 250 meter, buah yang dihasilkan cenderung lebih kecil. Sedengkan bial ditanam didataran tinggi, tanaman ini susah untuk berkembang.

Budidaya melon sebaiknya dilakukan pada derah yang memiliki kelembaban udara 50-80%. Sedangkan suhu ideal untuk menanam tanaman ini sekitar 25-30 derajat celsius, dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon akan semakin meningkat bila terdapat perbedaan suhu yang sangat signifikan antara siang dan malam hari. Untuk lebih detail tentang budidaya melon, silahkan simak ulasan di bawah ini.

Jenis-jenis Buah Melon

Jenis-jenis Buah Melon
Jenis-jenis Buah Melon – pixabay.com

Sebelum membahas tentang budidaya melon, terlebih dahulu Anda harus mengetahui beragam jenis melon. Dengan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis melon, akan memudahkan Anda dalam budidaya tanaman ini. Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa di Indonesia ada beberapa jenis buah melon yang sering dibudidayakan.

Reticulatus. Jenis melon yang satu ini merupakan kultivar yang sangat populer. Bentuk bulat dengan kulit buah berwarna hijau serta tekstur seperti memiliki jaring. Daging buah memiliki warna hijau daun oranye dengan rasa manis dan menyegarkan.

Inodorus. Melon ini mempunyai ciri kulit buah yang mulus. Bentuknya bulat, ada juga yang lonjong. Warna kulit buah kuning hingga kuning pucat kehijauan. Daging melon jenis ini tidak mempunyai aroma serta berwarna hijau, oranye hingga putih.

Cantalupensis. Jenis melon yang terakhir ini mempunyai kulit buah seperti labu. Daging buahnya mempunyai warna oranye atau kuning. Aroma buahnya sangat kuat. Contoh melon jenis ini adalah blewah.

Proses Pembibitan Tanaman Melon

Pembibitan Budidaya Melon
Pembibitan Budidaya Melon – pixabay.com

Cara Budidaya melon bisa dilakukan dengan menggunakan bibit hasil dari perbanyakan generatif dari biji. Untuk mebudidayakan tanaman melon dalam satu hektar lahan diperlukan sekitar 500-700 gram benih melon atau 16.000-20.000 pohon.

Sebelum ditanam di lahan tanah, sebaiknya bibit disemaikan terlebih dahulu. Caranya rendam terlebih dahulu benih dalam air hangat selama 6-8 jam. Anda bisa menambahkan fungisida ke dalam air rendaman bibit. Fungsinya untuk menjaga bibit agar tidak terkena penyakit atau hama yang mengganggu.

Setelah benih melon direndam, tiriskan dan tebarkan diatas kain basah. Biarkan selama 1-2 hari hingga benih mengeluarkan tunas. Janga kelembaban kain tersebut dengan memercikan air bila kain terlihat mulai mengering.

Setelah bibit sudah mulai mengeluarkan kecambah, langkah selanjutnya adalah menyiapkan polybag atau baki untuk persemaian. Isi wadah tersebut dengan media tanam yang terdiri dari kompos atau pupuk kandang, dan tanah dengan perbandingan 1:2. Benamkan bibit yang telah keluar kecambahnya ke dalam media semai tersebut.

Tempat untuk menyemaikan bibit melon sebaiknya diletakan pada tempat yang terlindung dar terik matahari dan kucuran air hujan secara langsung. Media emai ini harus selalu dikontrol kelembabannya, bila media terlihat mengering segera sirami dengan air, jangan terlalu basah karena akan mengakibatkan pembusukan.

Proses penyemaian biasanya berlangsung selama 10-14 hari. Atau bisa juga dilihat dari pertumbuhan daun yang sudah mencapai 3-4 helai daun. Pada masa ini berarti bibit sudah siap untuk dipindahkan ke media tanam.

Membuat Lahan dan Menanam Buah Melon

Lahan Tanam Budidaya Melon
Lahan Tanam Budidaya Melon – ugm.ac.id

Sebelum ditanami melon sebaiknya lahan dibuat gembur terlebih dahulu dengan cara dibajak dan menghaluskan bongkahan tanah. Setelah itu buatlah bedengan dengan ukuran tinggi 30-50. lebar 100-200 cm, dan panjang 10-15 meter. Buat jarak antar bedengan sekitar 50-60 cm.

Setelah bedengan selesai dibuat, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 15-20 ton/hektar. Gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos yang sudah matang, baca : cara membuat pupuk kompos. Anda juga bisa menambahkan pupuk buatan seperti ZA, KCI dan SP-36 masing-masing pupuk sebanyak 375 kg, 375 kg dan 250 kg untuk satu hektar lahan. Campurkan semua pupuk tersebut, kemudian adauk hingga merata dengan tanah di bedengan. Diamkan bedengan selama 2-4 hari.

Bila kondisi pH tanah kurang dari 5, berikan kapur atau dolomit pertanian sebanyak 2 ton untuk satu hektar lahan. Campurkan dengan tanah setidaknya 2-3 hari sebelum dilakukan pemupukan dasar. Selanjutnya tutup bedengan dengan plastik hitam dengan bagian gelap menghadap ke tanah dan bagian perak menghadap keluar. Buat lubang tanam di atas mulsa tersebut.

Dalam satu bedengan hanya diisi 2 baris lubang tanam. Jarak antar baris sekitar 60 cm sedangkan jarak antar lubang dalam satu baris sekitar 50-60 cm. Penutupan mulsa dilakukan minimal 2 hari sebelum penanaman bibit. Langkah selanjutnya adalah memasukan bibit ke lubang tanam. Setiap lubang tanam diisi satu bibit. Agar tanaman tidak cepat layu penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, setelah ditanam siram dengan air untuk melembabkan lahan tanam.

Perawatan Budidaya Melon

Proses Pemasangan Ajir
Proses Pemasangan Ajir – twimg.com

Pemasangan Ajir

Melon merupakan tanaman yang tumbuh dengan merambat. Oleh karena itu perlu dilakukan pemasangan ajir untuk menopang tanaman agar tidak meranbat di atas tanah sehingga buah yang dihasilkan akan lebih maksimal. Dengan tanaman merambat ke ajir maka tanaman akan mendapatkan sinar matahari ke seluruh bagian tanaman.

Pemasangan ajir dilakukan sebelum tanaman tumbuh besar. Biasanya pemasangan ajir dilakukan 3 hari setelah masa tanam. Tujuannya agar ajir yang ditancapkan tidak melukai akar tanaman. Ajir yang digunakan bisa dibuat dari bambu atau kayu, buat ajir dengan oanjang sekitar 1,5 meter.

Tancapkan ajir tersebut di sebelah lubang tanam secara menyerong, bagian ujung ajir condong ke arah dalam bedengan. Dalam satu bedengan terdapat dua baris ajir yang saling menyilang membentuk huruf X. Kemudian siapkan sebilah bambu panjang dan letakan di atas persilangan ajir. Ikat antara silangan ajir tersebut menggunakan tali rafia.

Penyiraman Tanaman Melon

Agar menghasilkan tanaman yang berkualitas perlu dilakukan penyiraman secara teratur. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hingga melon berumur satu minggu. Selanjutnya penyiraman cukup dilakukan dua hari sekali. Ketika musim hujan tiba, pastikan drainase bisa berfungsi dengan baik. Jangan biarkan ada air yang menggenangi lahan, karena tanaman ini tidak akan tumbuh dengan baik di lahan basah.

Pemberian Pupuk Susulan

pemupukan budidaya melon
pemupukan budidaya melon alamtani.com

Proses menanam melon selanjutnya adalah pemberian pupuk susulan. Kegiatan ini dilakukan ketika tanaman telah berusia satu minggu. Pupuk yang diberikan sebaiknya berupa cairan, bisa menggunakan pupuk cair organik atau pupuk kimia buatan yang diencerkan dengan air.

Pemupukan susulan dengan pupuk buatan diberikan sebanyak 6 kali selama 1 kali masa tanam. Pupuk kimia buatan tersebut dilarutkan ke dalam air kemudian disiramkan pada tanaman melon. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 200-250 ml/tanaman (lihat gambar di atas).

Penyerbukan Tanaman Melon

Proses Penyerbukan Tanaman Melon
Proses Penyerbukan Tanaman Melon – pixabay.com

Saat musim kemarau penyerbukan tanaman melon dilakukan oleh serangga penyerbuk, tetapi saat musim hujam biasanya intensitas serangga penyerbuk berkurang. Oleh sebab itu perlu dilakukan penyerbukan buatan. Proses penyerbukan buatan ini dilakukan pada pukul 10 pagi.

Lakukan penyerbukan buatan pada bunga betina, terutama bunga yang berada di cabang ke-9 sampai 13. Dalam satu batang pohon bisa ditumbuhkan 3-4 buah. Kemudian diseleksi kembali sehingga hanya tersisa 1-2 buah yang memiliki kualitas terbaik.

Hama dan Penyakit Tanaman Melon

Menanam Melon di daerah tropis seperti Indonesia cukup rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama yang biasanya menyerang budidaya melon seperti lalat buah, kutu daun, ulat daun, dan tungau. Sedangkan jenis penyakit yang menyerang seperti antraknosa, busuk buah dan busuk batang.

Untuk mencegah tanaman terserang penyakit lakukan pemupukan secara berkala serta menjaga sanitasi lahan tanam. Bila hama dan penyakit mulai menyerang bisa diatasi dengan menyemprotkan pestisida organik.

Panen Buah Melon

Panen Budidaya Buah Melon
Panen Budidaya Buah Melon – pixabay.com

Budidaya buah melon sudah mulai bisa dipanen ketika sudah berumur 3 bulan setelah bibit ditanam. Ciri buah melon yang sudah siap diapnen adalah permukaan kulit tampak kasar dan ada tampak retak-retak. Wara kulit hijau kekuningan dan mengeluarkan aroma yang kuat.

Untuk memetik buah melon sebaiknya tunggu sampai tingkat kematangan sampai 90% atau sekitar 3-7 hari sebelum melon matang secara sempurna. Hal tersebut berguna untuk memberikan waktu agar melon tidak terlalu matang saat proses distribusi.

Pemetikan buah melon dilakukan dengan memotong tangkai buah dengan menggunakan gunting atau pisau. Tangkai dipotong seperti huruf T, jadi yang dipotong tangkai yang mengarah pada buah. Pilihlah buah melon yang memang sudah benar-benar siap untuk dipanen.