Cara Menanam dan Budidaya Tomat Dalam Polybag

Pemanenan Budidaya Tomat

Cara menanam tomat dengan menggunakan media tanam pot bisa dipelajari dengan mudah. Asal mau belajar dengan sungguh-sungguh pasti bisa melakukan budidaya tomat secara mandiri. Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun secara fisik mempunyai struktur buah. Tomat bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah mulai dari 0 – 1500 meter di atas permukaan laut. Yang terpenting adalah tanaman tomat ditanam pada lahan gembur yang memiliki pH tanah sekitar 5,5-7.

Di alam bebas tomat memiliki bentuk seperti perdu, ketinggian tanaman ini bisa mencapai 3 meter. Tetapi setelah dibudidayakan tanaman tomat hanya memiliki tinggi tidak lebih dari 2 meter. Agar tidak roboh biasanya batang tomat harus ditopang dengan ajir yang terbuat dari kayu atau bambu.

Cara Menanam Tomat dalam Polybag

Cara Menanam Tomat Dalam Polybag

Cara Menanam Tomat Dalam Polybag via @nutrizimberes.blogspot.com

Budidaya tomat pada umumnya bisa dilakukan di lahan luas seperti perkebunan dengan membuat bedengan. Tetapi tidak sedikit juga yang menanam tanaman ini di sekitar rumah dengan menggunakan pot atau polybag. Ada juga yang membudidayakan tomat dengan cara hidroponik, yakni menumbuhkan tanaman tanpa menggunakan media tanah. Tapi pada artikel ini hanya akan membahas tentang cara menanam tomat dalam polybag. Bila ingin mengetahui cara mengembangkan tomat dalam skala besar, bisa membaca artikel tentang panduan teknis budidaya tomat.

Artikel Terkait : Panduan Praktis Cara Menanam dan Budidaya Terong

Memilih Jenih Tomat

Memilih Jenis Tomat

Memilih Jenis Tomat via @rennyambar.wordpress.com

Secara umum tomat bisa dibedakan dari bentuk buahnya. Ada 4 jenis tomat yang banyak beredar di pasaran Indonesia yakni, tomat granola atau tomat buah yang memiliki bentuk bulat dengan pangkal datar. Jenis tomat yang kedua adalah tomat gondol dengan bentuk lonjong, biasanya digunakan sebagai bahan baku membuat saus. Tomat sayur, mempunyai tektur keras dan rasanya sedikit masam. Jenis tomat yang terakhir adalah tomat cherry, bentuknya kecil dan mempunyai rasa yang kecut.

Cara menanam tomat dalam polybag cukup mudah dilakukan, langkah awal adalah memilih jenis tomat yang akan dibudidayakan kemudian pilih tempat budidaya sesuai dengan jenis tomat yang akan ditanam, terutma untuk kondisi iklim dan ketinggian tempat.

Untuk hasil budidaya yang maksimal, gunakan bibit unggul yang berkualitas. Kamu bisa mendapatkannya di petani lain atau membeli bibit pilihan di toko-toko pertanian yang menyediakan berbagai varietas benih tomat. Untuk keterangan dan sifat dari tomat bisa dibaca di bagian belakang kemasan benih.

Menyemaikan Benih Tomat

Menyemaikan Benih Tomat

Menyemaikan Benih Tomat via @kebunkita.net

Cara menanam tomat di dalam polybag sebaiknya melalui penyemaian benih terlebih dahulu. Benih yang baru berupa biji harus disemaikan menjadi bibit tanaman, kemudian baru dipindah ke dalam media tanam polybag. Langkah ini sangat penting, karena perlakuan benih yang baru tumbuh sangat berbeda dengan tanaman yang sudah tumbuh besar.

Siapkan tempat dan media untuk penyemaian benih tomat. Gunakan tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung. Untuk media penyemaian kamu bisa menggunakan polybag atau membuat bedengan.

Bila media semai menggunakan bedengan, buatlah larikan di atas bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larikan 5 cm. Kemudian tanamlah benih tomat pada stiap larikan dengan memberi jarak antar bibit sekitar 3 cm, tutup permukaanya kemudian siram dengan menggunakan air.

Untuk penyemaian dengan menggunakan polybag, isi polybag dengan media persemaian. Bila tidak ada polybag, kamu bisa menggunakan kantaung semai dari daun-daunnan. Benamkan benih tomat ke dalam media semai tersebut. Tutup permukaannya kemudian sirap dengan air secukupnya. Untuk satu polybag hanya diisi dengan satu benih tomat.

Setelah benih ditanam di lahan semia, lakukan penyiraman rutin setiap 2 kali sehari dengan aliran air yang halus. Berhati-hatilah ketika menyiram, jangan sampai merusak permukaan lahan semai karena akan berakibat tidak tumbuhnya tunas pada bibit tomat.

Pemupukan tambahan bisa dilakukan sekitar 2 minggu setelah bibit ditanam dengan menggunakan pupuk cair organik atau pupuk kompos. Selama masa penyemaian perlu dilakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh pada media semai. Bibit tomat bisa dipindahkan ke lahan tanam ketika berusia 30 hari atau setidaknya bibit tomat sudah mempunyai 5 helai daun.

Artikel Terkait : Cara Budidaya Pepaya California

Memindahkan Bibit Tomat

Memindahkan Bibit Tomat ke Lahan Tanam

Memindahkan Bibit Tomat ke Lahan Tanam via @infoagribisnis.com

Dalam memindahkan bibit tomat terdapat 2 cara yang bisa digunakan. Cara pertama yakni memindahkan bibit dengan cara dicabut. Caranya, siram media persemaian supaya tanahnya menjadi gembur, kemudian cabut bibit tomat dengan hati-hati, jangan sampai akar tanaman putus atau rusak. Kemudian masukan bibit tanaman ke dalam media tanam. Posisi tanaman harus tegak lurus dengan lubang tanam yang ada di polybag. Posisi akar juga harus lurus tidak boleh bengkok atau terlipat. Atur kedalaman lubang tanam dengan panjang akar tomat.

Cara memindahkan bibit yang kedua adalah dengan cara diputar. Caranya, tanaman tomat diangkat beserta media yang ada di sekitarnya. Untuk bibit yang disemai dibedengan, cungkil tanaman sedalam 10 meter dengan mengggunakan skop atau tangan. Kemudian akat dan pindahkan bibit berikut dengan tanahnya.

Untuk bibit yang disemai di polybag, ambil atau sobek polybag kemudian ambit bibit beserta tanhanya dan pindahkan ke dalam polybag yang lebih besar. Polybag semai bisa digunakan secara berulang-ulang asalkan kondisinya masih baik.

Pemeliharan dan Perawatan Budidaya Tomat

Perawatan dalam Budidaya Tomat

Perawatan dalam Budidaya Tomat via @agronomers.com

Pemeliharaan dan perawatan tomat dalam polybag relatif lebih mudah bila dibandingkan dengan media tanam yang lain. Dengan menggunakan media tanam polybag kesehatan tananam lebih terkontrol, karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Hal yang harus dilakukan adalah dengan menjaga kondisi media tanam agar tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, jangan terlalu basah untuk menghindari pembusukan akar.

Lakukan penyiangan gulma pada media tanam secara teratur. Apababila ada bibit tanaman yang layu atau mati, langsung buang dan ganti dengan tanaman baru. Perawatan lain bisa dilakukan dengan memangkas tunas dan pemberian ajir agar tanama tidak mudah roboh.

Hama dan penyakit yang mengganggu tanaman tomat lumayan banyak. Bila hama yang menyerang bisa dilihat mata, maka bisa dibersihkan dengan cara manual. Ambil hama yang menyerang kemudian buang, buang daun dan batang yang rusak agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Penggunaan pestisida kimia sebaiknya dihindari, gunakan pestisida organik yang lebih alami agar lebih aman dikonsumsi.

Pemanenan Budidaya Tomat

Pemanenan Budidaya Tomat

Pemanenan Budidaya Tomat via @amazine.co

Tanaman tomat di dalam polybag sudah bisa mulai dipanen ketika berusia 3 bulan sejak masa tanam. Hal ini juga dipengaruhi oleh varietes tomat yang ditanam. Kriteria tomat yang bisa dipanen biasanya memiliki warna hijau kekuning-kuningan atau bagian tepi daunnya sudah mulai mengguning. Petinglah pada buah yang sudah matang saja.

Buah tomat tidak matang secara serempak. Lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu sering agar tanaman tidak mudah rusak. Waktu yang tepat untuk memanen tomat adalah pagi atau sore hari, karena di waktu tersebut matahari tidak bersinar terlalu terik.