Cara Menanam Wortel Organik Untuk Keluarga

Cara Menanam Wortel Organik Untuk Keluarga

Cara Menanam Wortel – Wortel atau dalam bahasa latinnya disebut dengan Daucus carota L merupakan tanaman sayur yang diambil umbinya. Cara menanam wortel cukup mudah untuk dilakukan oleh pemula sekalipun. Budidaya wortel saat ini banyak dilakukan kerena banyaknya permintaan dari pasar akan tanaman ini.

Sayuran yang banyak mengandung vitamin A, dan Vitamin C ini memang memiliki banyak manfaat. Ada beberapa jenis wortel yang dibedakan berdasarkan bentuknya yakni wortel  imperator, chantenay, dan nantes. wortel  imperator biasanya memiliki ciri bentuknya bulat panjang dan ujungnya lancip.

Selain itu terdapat akar serabut pada bagian umbinya. Wortel jenis chantenay memiliki ciri yang sama hanya bagian umbinya bersih dari akar serabut dan ujungnya cenderung membulat. Sedangkan jenis wortel nantes memiliki ciri campuran dari sifat kedua wortel di atas.

Artikel Terkait : Cara Menanam Bawang Merah Hasil Melimpah

Cara Menanam Wortel Agar Hasil Melimpah

Cara Menanam Wortel Organik
Cara Menanam Wortel Organik

Untuk budidaya wortel harus memperhatikan daerah untuk menanamnya. Daerah yang cocok untuk menanam wortel yakni yang berada di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Yups, tanaman ini bisa tumbuh subur di daerah dengan udara sejuk. Meskipun bisa ditanam di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, hasil panennya tidak akan maksimal.

Selain ketinggian, kondisi lahan tanam juga harus diperhatikan. Wortel akan bisa berkembang dengan baik bila ditanam di tanah yang gembur dan banyak mengandung humus. Selain itu tingkat keasaman tanah yang baik untuk budidaya wortel adalah 5,5-6,5 pH.

Memilih Bibit Wortel yang Berkualitas

Bibit merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya wortel. Kualitas benih yang ditanam akan sangat berpengaruh terhadap kualitas wortel yang dihasilkan. Bibit yang ditanam selain memiliki kualitas yang baik juga harus kuat terhadap serangan hama dan penyakit. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas, Anda bisa membelinya di toko-toko pertanian yang banyak menjual bibit tanaman.

Yang perlu diperhatikan adalah melihat tanggal kadaluwarsa bibit tersebut. Karena semakin lama bibit disimpan akan mempengaruhi daya tumbuh dari bibit tersebut. Oleh karena itu pilihlah bibit yang masih baru sehingga memiliki daya tumbuh yang baik.

Menyiapkan Lahan untuk Menanam Wortel

Lahan Tanam Tanaman Wortel
Lahan Tanam Tanaman Wortel

Lahan yang akan ditanami wortel haruslah digemburkan terlebih dahulu. Anda bisa menggemburkannya dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalam 40 cm. Kedalaman ini sangat penting, karena wortel merupakan tanaman umbi yang tumbuhnya ke dalam tanah. Bila kondisi tanah gembur akan memberikan banyak ruang untuk umbi untuk bisa tumbuh dengan sempurna.

Jangan biarkan lahan tanam dalam keadaan keras, karena struktur tanah keras akan menghambat pertumbuhan umbi wortel. Wortel yang ditanam di tanah keras cenderung memiliki umbi yang kecil dan pendek. Selain itu biasanya umbi yang tumbuh juga bercabang, sehingga kualitas umbi menjadi jelek.

Setelah lahan tanam dibuat gembur, langkah selanjutnya dalam budidaya wortel adalah membuat bedengan dengan ketinggian 20-30 cm. Buat larikan di atas bedengan untuk menanam benih wortel, jarak antar larikan sekitar 20 cm dan kedalaman tanam 5 cm. Pada saat membuat bedengan, campurlah tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Untuk 1 hektar lahan dibutuhkan sekitar 15-20 ton pupuk.

Pelajari juga cara menanam kacang tanah dengan teknik sederhana

Menanam Benih Wortel

Bibit Tanaman Wortel
Bibit Tanaman Wortel

Setelah lahan telah siap, cara menanam wortel selanjutnya adalah mulai menanam benih wortel. Budidaya wortel bisa dilakukan secara langsung tanpa tahap penyemaian. Untuk 1 hektar lahan tanam diperlukan sekitar 3-5 kg bibit wortel. Benih wortel berupa biji kecil-kecil yang cenderung menempel satu sama lain. Biji wortel memiliki serabut dipermukaannya, jadi sebelum ditanam sebaiknya digosok-gosok terlebih dahulu dengan tangan agar benih tidak saling menempel.

Anda juga bisa memisahkan benih dengan mencapur abu pada benih tersebut. Setelah benih terpisah, taburkan benih tersebut di atas larikan kemudian tutup kembali dengan tanah. Apabila kondisi lahan kering, maka siram dengan air secukupnya sampai lahan menjadi lebih lembab. Tanaman wortel akan mulau tumbuh tunas ketika berusia 10 hari semenjak masa tanam.

Pemeliharaan dan Pemupukan Tanaman Wortel

Budidaya Wortel
Budidaya Wortel

Cara menanam wortel yang baik harus diimbangi juga dengan perawatan tanaman paska tanam. Hal ini untuk menjaga agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan tanaman terhadap unsur hara. Kebutuhan unsur hara pada tanaman bisa dipenuhi dengan memberikan pupuk dengan dosis yang tepat.

Untuk pemupukan susulan bisa dilakukan ketika tanaman sudah berumur 1 bulan. Untuk budidaya wortel organik, pemupukan menggunakan pupuk kandang, bisa juga mengkombinasikan dengan pupuk organik cair. Pupuk diberikan dengan menaburkannya di sekitar tanaman.

Bila Anda membudidayakan wortel non organik, maka pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan. Gunakan urea yang tealh dicampur dengan KCL dengan perbandingan 2:1 sebanyak 300 kg untuk memenuhi kebutuhan 1 hektar lahan tanam.

Selain pemupukan perawatan yang harus dilakukan adalah penyiangan gulma dan juga penjarangan tanaman. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Sedangkan penjarangan dilakukan agar jarak antar tanaman menjadi 5-10 cm. Hal ini akan membuat pertumbuhan wortel menjadi lebih optimal.

Hama dan Penyakit Tanaman Wortel

Jenis hama yang sering dijumpai dalam budidaya tanaman wortel adalah ulat tanah dan kutu daun. Ulat tanah biasa diatasi dengan mencari sarangnya kemudian diambil dan dimusnahkan secara manual. Untuk pencegahan hama ini bisa dilakukan dengan cara membersihkan lahan tanah dan secara teratur membersihkan tanaman gulma. Bila serangan hama ini semakin banyak bisa menggunakan pestisida jenis furadan.

Sedangkan hama kutu daun biasanya menyerang pucuk daun dan menyerap cairannya sehingga membuat daun menjadi rusak dan berwarna kuning. Untuk menghentikan serangan hama ini harus dilakukan rotasi jenis tanaman dan menyemprotnya dengan insektisida.

Sedangkan jenis penyakit yang sering menyerang tanaman wortel adalah bintil akar dan bercak daun. Bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cercospora. Penyakit ini menyebabkan daun tua dan muncul bercak coklat dan pinggiran hitam. Penyakit ini bisa dicegah bila bibit yang ditanam memiliki kualitas yang baik. Selain itu kebersihan lahan juga bisa mengurangi serangan penyakit ini.

Penyakit bintil akar disebabkan oleh nematoda. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah benti ubi yang benjol-benjol tidak karuan. Untuk mengurangi dampak dari penyakit ini bisa melakukan penyemprotan  kimia yang diaplikasikan adalah nematisida. Selain itu penggiliran dengan tanaman lain pada lahan tanam juga bisa menggurangi resiko terkena penyakit ini.

Cara Panen Budidaya Wortel

cara menanam wortel
cara menanam wortel – pixabay.com

Setelah selesai mempelajari cara menanam wortel, saatnya untuk menikmati hasil dari jerih payah dalam budidaya wortel. Panen budidaya wortel bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan dihitung sejak benih ditanam. Jangan sampai terlambat memanen, karena bila tanaman terlalu tua akan menyebabkan umbi menjadi keras dan rasanya tidak enak.

Cara memanen wortel cukup sederhana yakni dengan mencabut wortel kemudian cuci umbi dengan air sampai bersih. Batang di pangkal ubi bisa dipotong atau dibiarkan begitu saja, tergantung keinginan pasar. Bila proses menanam wortel ini dilakukan dengan baik, biasanya dalam 1 hektar lahan bisa menghasilkan 20-30 ton wortel. Hal ini juga bergantung dari jenis wortel yang ditanam.

Mungkin cukup sekian dulu artikel tentang cara menanam padi ini. Semoga sedikit pengetahuan ini bisa memberikan manfaat lebih bagi Anda. Anda juga bisa membaca panduan budidaya tanaman lain pada halaman budidaya tanaman.