Klasifikasi dan Ciri-ciri Tumbuhan Paku atau Pteridophyta

Ciri ciri Tumbuhan Paku

Untuk mengetahui ciri-ciri tumbuhan paku bisa dilihat dari wujud fisiknya. Jadi cukup mudah untuk menemukan tumbuhan ini. Tanaman yang mempunyai nama ilmiah Pteridophyta merupakan kelompok plantae, dimana bagian tubuhnya berbentuk kormus atau tumbuhan yang sudah mempunyai bagian akar, batang, dan daun sejati.

Susunan daun tanaman paku seperti bulu yang menyirip. Tumbuhan ini berkembang biak dengan spora sehingga disebut sebagai Cormophta berspora. Masyarakat umum sering menyebut tumbuhan ini dengan sebutan pakis, mereka memanfaatkan pakis sebagai bahan membuat menu masakan.

Ciri ciri Tumbuhan Paku atau Pteridophyta

Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku – pixabay,com

Tanaman paku mempunyai ciri khusus sehingga mudah untuk mengenali tumbuhan yang satu ini. Selain bentuk daun serta batangnya. Untuk lebih lengkapnya mengenai ciri-ciri tumbuhan paku bisa dilihat di bawah ini.

  1. Berbeda dengan lumut, tumbuhan paku mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu tumbuhan ini termasuk ke dalam jenis kormophyta berspora
  2. Setiap bagian tanaman seperti batang, daun, dan akar sudah mempunyai pembuluh angkut, yakni xilem yang berfungsi untuk mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan
  3. Proses perkembangbiakannya melalui dua proses yakni fase sporofit (menghasilkan spora) dan fase gametofit (menghasilkan sel kelamin)
  4. Berdasarkan fungsinya daun paku terbagi menjadi dua, yakni daun tropofil (untuk fotosintesis) dan daun sporofil (proses pembentukan spora)
  5. Berdasarkan bentuk daunnya, tumbuhan ini dibagi menjadi dua yakni daun kecil dan daun ukuran besar
  6. Habitat tumbuh tumbuhan paku berada di darat, ada di perairan ada juga yang menempel pada kayu lapuk
  7. Ketika masih muda biasanya tumbuhan paku menggulung dan bersisik
  8. Tumbuhan paku mempunyai klorofil sehingga cara hidupnya dengan cara fotoautotrof

Cara Hidup dan Habitat Tumbuhan Paku

Ciri-ciri Tumbuhan Paku atau Pteridophyta

Ciri-ciri Tumbuhan Paku atau Pteridophyta – pixabay.com

Pteridophyta merupakan organisme fotoautotrof, artinya tumbuhan ini bisa membuat makanannya secara mandiri dengan cara fotosintesis. Ciri-ciri Tumbuhan paku yakni bisa hidup diberbagai habitat seperti permukaan batu atau tanah dan menempel pada kulit pohon. Tetapi tumbuhan ini lebih suka tinggal di tempat yang lembab atau higrofit.

Tumbuhan paku yang hidup di tanah seperti Alsophila glauca (paku tiang dan Adiantum cuneatum (suplir). Sedangkan tanaman paku yang di tanah berair misalnya Marsilea sp, sedangkan yang hidup di air, misalnya Azolla pinnata dan Salvinia natas. Untuk tanaman paku yang menempel pada pohon seperti Asplenium nidus (paku sarang burung) dan Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). Tubuhan paku bisa mudah dijumpai pada hutan yang beriklim tropis.

Ciri-ciri Tubuh Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku termasuk dalam Cormophyta dengan bentuk dan ukuran tubuh yang bervariasi. Ada yang memiliki ukuran hanya beberapa sentimeter misalanya Azolla caroliniana. Ada juga tanaman paku yang memiliki tinggi seperti pohon, tingginya mencapai 5 meter, contohnya adalah paku tiang.

Bahkan menurut penelitian para ahli, tinggi tanaman ini bisa mencapai 15 sampai 40 meter. Tumbuhan paku juga mempunyai bentuk sporofit dan gametofit. Sporofit mudah dibedakan karena memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki bentuk yang lebih kompleks daripada gametofit.

Manfaat Tumbuhan Paku di Kehidupan Manusia

Manfaat Tumbuhan Paku untuk Manusia

Manfaat Tumbuhan Paku untuk Manusia – pixabay.com

Ternyata tumbuhan paku memiliki banyak peran dalam kehidupan manusia, diantaranya banyak yang menjadikan jenis tumbuhan p[aku sebagai tanaman hias daun. Ada juga jenis tanaman paku yang dijadikan bahan menu masakan yakni dari jenis pakis. Untuk lebih detail tentang manfaat tanaman ini bisa dilihat di bawah ini.

  • Fungsi tanaman paku sebagai tanaman hias. Salah satu jenis tanaman paku yang banyak digunakan sebagai tanaman hiasa adalah Adiantum (suplir), Platycerium sp (paku tanduk rusa), dan Asplenium nidus (paku sarang burung).
  • Tubuhan paku ternyata juga bisa digunakan sebagai obat herbal. Jenis tanaman paku yang bisa digunakan sebagai obat seperti Equisetum (paku ekor kuda) sebagai obat untuk melancarkan pengeluaran urine dan Selaginella plana digunakan untuk mengobati luka luar.
  • Sebagai bahan masakan. Contoh tanaman sayur dari tumbuhan paku adalah Pteridium aquilinum (paku garuda) dan Marsilea crenata (semanggi).
  • Fungsi lain dari tanaman paku adalah sebagai pupuk kompos, misalnya Azolla pinnata bersimbiosis dengan ganggang biru Anabaena azollae yang mampu mengikat gas nitrogen (N2) bebas.

Itulah ciri-ciri tumbuhan paku yang bisa Anda gunakan untuk mengindentifikasi tanaman tersebut. Masih banyak ciri lain tanaman paku yang tidak bisa dijelaskan di sini karena keterbatasan pengetahuan yang kami miliki. Semoga dengan sedikit pengetahuan ini bisa memberikan manfaat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});