6 Jenis Media Tanam Hidroponik

Media Tanam Hidroponik Rockwool

Media tanam hidroponik merupakan bahan atau media tanam non tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Media tanam juga berfungsi sebagai penopang tanaman agar bisa berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Media tanam jenis ini biasa digunakan di wilayah perkotaan yang padat dan susah untuk menemukan lahan untuk bercocok tanam.

Dengan menggunakan media tanam hidroponik akan menghemat ruang tanam. Sehingga meskipun mempunyai lahan terbatas masih bisa digunakan untuk menanam aneka tanaman hias ataupun sayur. Perbedaan cara menanam hidroponik dengan cara menanam konvensional adalah dari media tanam yang digunakan. Bila cara menanam konvensional memerlukan media tanam tanah sedangkan hidroponik menggunakan media tanam non tanah.

Media Tanam Hidroponik

Saat ini media tanam hidroponik sedang naik daun di masyarakat umum. Hal ini disebabkan mulai sadarnya masyarakat akan manfaat dari menanam tanaman sendiri di sekitar rumah. Biasanya jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman hias dan juga sayuran hijau. Ada beberapa jenis media tanam hidroponik yang bisa kamu gunakan untuk menanam berbagai tanaman. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis media tanam hidroponik :

Artikel Terkait : 16 Jenis Media Tanam yang Sederhana

Media Tanam Hidroponik dari Arang Sekam

Media Tanam Hidroponik dari Arang Sekam

Media Tanam Hidroponik dari Arang Sekam @photobucket.com

Sekam bakar merupakan salah satu media tanam hidroponik yang banyak digunakan, tidak hanya untuk budidaya tanaman hidroponik tetapi juga budidaya tanaman di dalam pot. Salah satu alasan kenapa media tanam ini banyak digunakan adalah karena bahannya sangat mudah didapat dan juga harganya cukup murah.

Sekam bakar memiliki sifat bisa mengikat air dengan sangat baik. Selain itu media tanam ini juga sangat ramah lingkungan memiliki pH netral sehingga bagus untuk perkembangan akar tanaman. Penggunaan media tanam ini biasanya dicampur dengan cocopeat.

Media Tanam Hidroponik Cocopeat

Media Tanam Hidroponik Cocopeat

photobucket.com

Cocopeat adalah salah satu media tanam yang terbuat dari serbuk sabut kelapa. Karena berasal dari bahan organik, media tanam ini sangat ramah dengan lingkungan. Media tanam ini mempunyai daya serap air cukup tinggi, memiliki pH antara 5,0 sampai 6,8 dan cukup stabil sehingga sangat baik untuk pertumbuhan akar tanaman.

Dalam penggunaannya cocopeat biasanya dicampur dengan media tanam yang lain seperti sekam bakar dengan perbandingan campuran 50:50. Tujuan dari pemcampuran ini adalah untuk memperbesar aerasi pada media tanam. Dengan meningkatnya aerasi pada media tanam akan memudahkan akar tanaman untuk bernafas dengan baik.

Media Tanam Hidroponik Rockwool

Media Tanam Hidroponik Rockwool

photobucket.com

Rockwool merupakan media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik di Indonesia. Media tanam ini merupakan media tanam anorganik yang memiliki bentuk seperti busa serta mempunyai serabut-serabut halus dan memiliki bobot yang sangat ringan. Bahan ini dibentuk dari batuan basalt yang dipanaskan dengan suhu tinggi sehingga meleleh kemudian terbentuklah serat-serat halus.

Produksi bahan ini biasanya berupa lempengan dengan ukuran yang cukup besar. Lempengan tersebut kemudian di dibentuk dan dipotong sesuai dengan kebtuhan dan fungsinya sebagai media tanam hidroponik. Di negara-negara maju seperti Eropa, rackwool diperjual belikan dalam beerbaga bentuk dan ukuran. Penggunaan rockwool untuk media tanam hanya pada saat penyemaian hingga panen.

Media Taman Hidroponik Hydroton

Media Taman Hidroponik Hydroton

photobucket.com

Hydroton mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu yang gemar dengan tanaman hidroponik, karena media tanam sudah banyak digunakan. Hydron dibuat dari bahan dasar tanah lempung yang dipanaskan kemudian dibentuk bulatan-bulatan dengan ukuran bervariasi antara 1 cm-2,5 cm. Di dalam media tanam ini terdapat pori-pori yang bisa menyerap nutrisi air sehingga bisa menjaga kebutuhan nutrisi tumbuhan. Hydron memunyai pH tanah yang netral dan stabil.

Dengan bentuk bulat, akan mengurangi rusaknya akar tanaman dan ruang antar bulatan juga bagus untuk penyerapan oksigen oleh akar. Hydroton dapat dipakai berulang-ulang, cukup dicuci saja dari kotoran/lumut/alga jika akan digunakan untuk penanaman selanjutnya.

Media Tanam Hidroponik Perlite

Media Tanam Hidroponik Perlite

Media Tanam Hidroponik Perlite @photobucket.com

Perlite adalah jenis media tanam yang dibuat dari bahan batuan silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi. Media tanam ini mempunyai aerasi yang cukup bagus, pH netral serta memiliki bobot yang sangat ringan seperti busa/stryrofoam. Media tanam dari perlite sangat bagus untuk akar tanaman karena memiliki daya serap yang baik terhadap air. Dalam penggunaannya, biasa dicampur dengan media tanam hidroponik lain seperti cocopeat atau vermiculite dengan perbandingan tertentu.

Media Tanam Hidroponik Vermiculite

Media Tanam Hidroponik Vermiculite

Media Tanam Hidroponik Vermiculite @photobucket.com

Media tanam hidroponik ini mempunyai sifat yang hampir sama dengan media tanam perlite. Perbedaan kedua media tanam tersebut terletak pada daya serap air dan juga bobotnya. Media tanam vermiculte mempunyai bobot lebih berat dibandingakan dengan pertilet. Dalam penggunaannya, biasa dicampur dengan perlite dengan perbandingan tertentu. Penggunaan jenis media tanam hidroponik harus disesuaikan dengan tanaman hidroponik yang akan ditanam.

Syarat Media Tanam yang Baik

  • Mempunyai rasio menahan air dan udara dengan baik
  • Mempunyai pH yang stabil yaknik kisaran 5,5 sampai 6,5
  • Bisa digunakan secara berulang dan tidak mudah rusak
  • Murah dan mudah didapat
  • Mempunyai bentuk dan beban yang ringan sehingga tidak menyulitkan dalam proses transportasi
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});